Semarang — Wakil Ketua Setya Arinugroho menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok menjelang Ramadhan 1447 Hijriah yang diperkirakan mulai awal Maret 2026. Pada Januari 2026 ini, ia meminta pemerintah provinsi bergerak lebih dini untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga akibat peningkatan permintaan masyarakat.
Menurut Setya Ari, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan sejumlah komoditas seperti beras, gula, minyak goreng, cabai, dan bawang merah kerap mengalami fluktuasi harga menjelang Ramadhan. Karena itu, langkah antisipatif harus dilakukan sejak Januari agar distribusi tetap lancar dan stok di pasar tradisional maupun ritel modern terjaga.
“Kami mendorong Pemprov bersama instansi terkait memastikan ketersediaan pasokan aman sejak sekarang. Jangan menunggu mendekati Ramadhan baru bergerak. Stabilitas harga adalah kunci agar masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan tenang,” ujarnya di Semarang, Jumat (16/1/2026).
Ia menilai koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting, mulai dari dinas perdagangan, dinas pertanian, hingga kerja sama dengan Perum Bulog dan distributor. Operasi pasar dan program gerakan pangan murah, kata dia, perlu dipetakan secara terukur berdasarkan daerah yang rawan gejolak harga.
Berdasarkan pemantauan awal tahun, sejumlah pasar tradisional di Jawa Tengah masih menunjukkan harga yang relatif terkendali. Namun, Setya mengingatkan bahwa potensi kenaikan bisa terjadi sewaktu-waktu apabila distribusi terganggu akibat cuaca ekstrem atau kendala logistik.
Sebagai unsur pimpinan DPRD Jawa Tengah, Setya Ari menegaskan pihaknya akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan stabilisasi harga. Ia meminta agar tidak ada praktik penimbunan maupun spekulasi yang dapat merugikan konsumen.
“Stok harus dipastikan cukup, distribusi lancar, dan pengawasan diperketat. Kami ingin masyarakat Jawa Tengah tidak terbebani lonjakan harga saat memasuki bulan Ramadhan,” katanya.
Ia juga mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk aktif memantau kondisi pasar di wilayah masing-masing dan segera melaporkan apabila terdapat indikasi kelangkaan barang. Dengan langkah preventif sejak Januari, Setya optimistis stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dapat tetap terjaga.








