Sururul Fuad: Pendidikan Keluarga Tentukan Kualitas SDM dan Karakter Bangsa

Tegal — Pembangunan karakter dan kualitas generasi penerus bangsa harus dimulai dari fondasi yang paling dasar, yakni lingkungan keluarga. Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Sururul Fuad, saat memberikan arahan dalam acara Diskusi dan Workshop Ketahanan Keluarga di Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Perempuan dan Keluarga Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Tegal ini menjadi momentum untuk menyoroti pentingnya pembinaan keluarga. Sebagai wakil rakyat yang membidangi kesejahteraan masyarakat, Fuad menyampaikan bahwa ketahanan keluarga saat ini bukan lagi sekadar urusan pribadi, melainkan telah ditetapkan sebagai agenda pembangunan nasional yang harus diperhatikan secara serius.

Menurut Fuad, pendidikan dan pengasuhan yang ditanamkan sejak dini di dalam rumah membawa dampak yang luas terhadap kemajuan suatu daerah. Nilai-nilai yang diajarkan oleh orang tua secara langsung memengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), memperkuat karakter kebangsaan, menjaga standar kesehatan masyarakat, serta menentukan tingkat produktivitas dan kerukunan sosial di lingkungan masyarakat.

“Keluarga adalah sekolah yang pertama dalam kehidupan. Jika keluarga kuat, negara juga akan kuat,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah tersebut.

Untuk mendukung cita-cita tersebut, Provinsi Jawa Tengah telah memiliki payung hukum yang secara khusus mengatur perlindungan dan pemberdayaan keluarga. Fuad menjelaskan bahwa Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Tengah Nomor 2 Tahun 2018 hadir sebagai instrumen resmi dan pedoman bagi pemerintah maupun masyarakat dalam menyelenggarakan pembangunan ketahanan keluarga.

Peraturan ini dirancang agar setiap keluarga di Jawa Tengah memiliki panduan dan dukungan dari pemerintah untuk hidup lebih sejahtera, mandiri, dan harmonis.

“Pembangunan ketahanan keluarga sudah mendapatkan dukungan regulasi yang baik dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita wujudkan pelaksanaan dari Perda ini secara nyata, mulai dari dalam keluarga kita sendiri hingga ke tengah masyarakat Jawa Tengah,” paparnya.

Di penghujung arahannya, Sururul Fuad melengkapi pesan kebangsaan tersebut dengan pengingat spiritual. Ia mengutip pandangan dalam ajaran agama Islam mengenai standar kebaikan perilaku seseorang yang diukur dari cara ia berinteraksi dengan orang-orang terdekatnya di rumah.

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya,” pungkas Fuad. Pesan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh peserta yang hadir untuk terus mengutamakan perhatian, kasih sayang, dan pendidikan yang baik di dalam keluarga masing-masing.

You might also like

Terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat untuk mewujudkan Jawa Tengah yang berkarakter, bermartabat, adil, dan sejahtera

Menu