Purbalingga — Upaya melahirkan talenta muda berprestasi di kancah olahraga terus digalakkan di Kabupaten Purbalingga. Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Purbalingga, Karsono, yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, sukses menyelenggarakan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis Piala PBSI Purbalingga 2026.
Turnamen bergengsi tingkat daerah yang didukung penuh oleh pemerintah setempat ini digelar secara maraton selama tiga hari, mulai Jumat (7/8/2026) hingga Minggu (9/8/2026). Ajang unjuk kemampuan ini mengambil tempat di GOR Sasana Krida Perwira.
Karsono menegaskan bahwa ajang ini merupakan kawah candradimuka yang paling krusial. Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin utama organisasi olahraga yang sekaligus merupakan wakil rakyat, ia memiliki visi besar untuk menjadikan Purbalingga sebagai salah satu penyumbang atlet bulutangkis terbaik di Indonesia.
“Fokus utama kita di PBSI adalah memastikan pembinaan berjalan berjenjang dan berkelanjutan. Turnamen berkala seperti Kejurkab ini adalah wadah wajib agar mental bertanding dan kemampuan atlet muda kita terus terasah. Di sisi lain, sebagai perpanjangan tangan masyarakat di DPRD, Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa talenta-talenta berbakat dari Purbalingga ini mendapat dukungan penuh. Kita ingin Purbalingga tidak hanya sekadar ikut serta, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi gudang pencetak atlet nasional,” tegas Karsono.
Untuk menunjang visi besar tersebut, Karsono menyadari perlunya infrastruktur fisik yang memadai. Ia menuturkan bahwa Purbalingga idealnya memiliki gedung olahraga yang secara khusus didedikasikan untuk bulutangkis. Kondisi GOR Sasana Krida Perwira saat ini masih berstatus sebagai gedung multiguna sehingga dinilai kurang optimal untuk menunjang latihan rutin yang intensif.
“Kami sudah melakukan pengukuran di GOR Mahesa Jenar dan berharap ke depan bisa direalisasikan menjadi arena bulutangkis permanen,” ungkapnya.
Antusiasme Tinggi, Dominasi Klub Lokal Membanggakan
Pelaksanaan Kejurkab tahun ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari masyarakat luas. Berdasarkan catatan pertandingan, turnamen utama diikuti oleh 314 peserta yang terbagi dalam berbagai kategori kelompok umur, kelas dewasa, hingga veteran. Kemeriahan kejuaraan juga ditambah dengan kehadiran 96 peserta yang berlaga di nomor eksibisi Fun Game pada hari penutupan.
Pertandingan berlangsung sangat kompetitif di 41 kategori berbeda, yang menjangkau rentang usia sangat luas—dimulai dari kategori pra-usia dini hingga ganda veteran bagi pemain berusia 50 tahun ke atas.
Penanggung Jawab Turnamen, Untung Priyanto, menyatakan bahwa ajang ini dirancang secara khusus untuk memantau dan menyaring atlet potensial. Kualitas pembinaan di Purbalingga saat ini dinilai menunjukkan grafik yang terus meningkat. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa bibit muda asli daerah yang kini telah dilirik dan direkrut oleh klub-klub besar bertaraf nasional, seperti klub Jaya Raya.
Kemajuan kualitas tersebut juga diakui oleh pelatih dari klub PB Sinar Mutiara, Tri Susanto. Ia menyoroti bahwa kemampuan rata-rata pebulutangkis muda di Purbalingga telah meningkat tajam dan siap bersaing di tingkat provinsi. Menurutnya, kunci utama dari perkembangan ini adalah kedisiplinan dan keberanian atlet untuk menjalani porsi latihan yang berat.
Pada akhir kompetisi, sejumlah klub pembinaan lokal terbukti berhasil unjuk gigi. Klub-klub seperti BINA TANGKIS, PB Sinar Mutiara, SPORTIF, dan BINTER tampil mendominasi dengan mengamankan banyak posisi podium di berbagai kategori kelompok umur.
Rangkaian kejuaraan ini ditutup dengan penuh suka cita pada Minggu (9/8/2026) lewat prosesi penyerahan piala dan sertifikat. Puluhan atlet muda tampak memadati panggung utama GOR Sasana Krida Perwira, mengangkat trofi kemenangan mereka sebagai simbol harapan baru bagi masa depan olahraga daerah. Melalui sinergi yang solid antara rutinitas kompetisi, disiplin pembinaan di tingkat klub, dan dorongan kebijakan infrastruktur, Purbalingga bersiap mencetak lebih banyak pahlawan olahraga di masa mendatang.