Kawal Mitigasi di Daerah Rawan, Ida Nurul Farida dan BPBD Jateng Edukasi Kesiapsiagaan Warga Desa Duren

Semarang — Potensi ancaman bencana alam yang mengintai wilayah Kabupaten Semarang menuntut kesiapsiagaan penuh dari tingkat akar rumput. Merespons kondisi tersebut, Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menggelar “Identifikasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana” di Desa Duren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan edukatif ini melibatkan 50 peserta yang mewakili elemen masyarakat setempat. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman teknis, meningkatkan kewaspadaan, dan memperkuat ketahanan bencana (disaster resilience) berbasis komunitas di wilayah pemukiman warga.

Langkah pencegahan ini bukan tanpa alasan, mengingat wilayah Kabupaten Semarang memang tercatat memiliki tingkat kerentanan bencana alam yang patut diwaspadai. Berdasarkan data kebencanaan dari BPBD, ancaman yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Semarang meliputi tanah longsor, kekeringan, angin puting beliung, hingga banjir. Secara spesifik, Kecamatan Tengaran sendiri telah dipetakan sebagai salah satu kawasan yang masuk dalam zona rawan terdampak bencana kekeringan. Dengan adanya berbagai risiko alam tersebut, program pembinaan bagi warga untuk menjadi sumber daya manusia yang tangguh bencana sangat dibutuhkan.

Hadir memimpin langsung jalannya edukasi, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Ida Nurul Farida, M.Pd., menggarisbawahi pentingnya sinergi terpadu antara pemerintah daerah, badan legislatif, dan warga desa. Ia menegaskan bahwa mitigasi dan kesiapsiagaan adalah kunci utama untuk menekan risiko kerugian materiil maupun korban jiwa.

“Masyarakat adalah garda terdepan saat ancaman bencana terjadi. Oleh karena itu, identifikasi titik-titik rawan serta pembekalan edukasi pencegahan secara berkala seperti ini sangat penting agar warga tahu apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah bencana,” tegas Hj. Ida Nurul Farida.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Tengah, Drs. Wahyudi Fajar, M.Si., bersama timnya membongkar peta potensi kerawanan bencana lokal kepada para peserta. BPBD turut mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Duren yang dinilai cepat tanggap dalam menyerap materi simulasi serta merespons cara-cara memetakan risiko di lingkungan permukiman.

Langkah penguatan mitigasi ini mendapatkan dukungan penuh dari pemangku wilayah. Camat Tengaran, Sri Sulistyorini, S.E., M.M., dan Kepala Desa Duren, Wahyudi, yang hadir bersama jajaran perangkat desa menyambut positif inisiatif Komisi E DPRD dan BPBD Jateng. Bagi pemerintah desa dan kecamatan, edukasi ini mutlak diperlukan demi menjamin keselamatan dan ketenteraman hidup warga setempat.

Melalui forum sosialisasi ini, 50 orang perwakilan yang telah dibekali ilmu diharapkan mampu bertransformasi menjadi agen informasi mitigasi. Rantai edukasi kesiapsiagaan bencana ini ditargetkan dapat tersebar luas dan menjadi budaya baru di tengah kehidupan sehari-hari warga Desa Duren dan sekitarnya.

You might also like

Terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat untuk mewujudkan Jawa Tengah yang berkarakter, bermartabat, adil, dan sejahtera

Menu