Purworejo — Kemarau panjang yang melanda Provinsi Jawa Tengah pada tahun ini mencatatkan dampak yang cukup masif. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah periode 5 Juni hingga 28 September 2026, status darurat kekeringan telah menyebar luas ke 33 kabupaten/kota, meliputi 255 kecamatan dan 784 desa. Krisis air bersih di tingkat provinsi ini tercatat berdampak pada 1.557.333 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2,3 juta jiwa, dengan akumulasi penyaluran bantuan mencapai lebih dari 75,4 juta liter air bersih.
Kondisi kritis tersebut turut dialami secara nyata di Kabupaten Purworejo. Tercatat setidaknya ada 30 desa di wilayah Purworejo yang kini berstatus rawan kekeringan dan bergantung pada droping air bersih rutin dari BPBD serta pihak swasta. Merespon kondisi tersebut, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Amir Masduki, S.Pd.I., menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kemarau panjang di Kabupaten Purworejo. Penyaluran bantuan ini menyasar beberapa wilayah krisis air yang telah dialami warga selama beberapa bulan terakhir.
Lokasi pertama penyaluran bantuan berada di RT 07 RW 04 Kelurahan Baledono, Kecamatan Purworejo. Di wilayah ini, warga telah mengalami krisis air bersih selama dua bulan. Untuk memenuhi kebutuhan harian seperti memasak, mandi, dan mencuci, masyarakat setempat terpaksa mengandalkan air isi ulang galon.
Penyaluran berlanjut ke lokasi kedua di Desa Jatirejo, Kecamatan Kaligesing. Warga setempat yang telah berbulan-bulan kesulitan mendapatkan air bersih menyampaikan rasa terima kasih atas kedatangan bantuan armada tangki air tersebut. Mereka berharap hujan dapat segera turun agar sumber mata air warga dapat mengalir normal kembali.
Sementara itu, lokasi ketiga penyaluran dilaksanakan di Desa Donorejo. Di desa ini, tercatat sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) terdampak kekeringan hebat. Proses distribusi air ke wilayah Donorejo menghadapi tantangan medan yang ekstrem serta keterbatasan armada penyalur, namun bantuan tetap berhasil didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Amir Masduki menegaskan bahwa bantuan tangki air yang disalurkan saat ini merupakan tindakan darurat untuk meringankan beban masyarakat dalam jangka pendek.
“Bantuan air ini sifatnya hanya penanganan jangka pendek. Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Purworejo perlu memetakan titik-titik rawan kekeringan di Purworejo untuk dibangunkan infrastruktur penyediaan air yang lebih memadai,” ujar Amir Masduki di sela-sela peninjauan distribusi air.
Melalui langkah ini, Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat terdampak kekeringan, baik dalam penanganan darurat maupun dalam mendorong perencanaan program infrastruktur air bersih yang berkelanjutan di kawasan rawan kekeringan.