Purbalingga — Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Karsono, resmi membuka Turnamen Bulu Tangkis Karsono Cup di Purbalingga, Minggu (4/10/2026) malam. Kejuaraan ini menjadi ajang berkumpulnya ratusan atlet dan penggemar olahraga tepok bulu dari berbagai wilayah di Purbalingga.
Dalam sambutannya, Karsono menyampaikan bahwa turnamen ini diselenggarakan tidak semata diarahkan untuk mencari pemenang. Turnamen juga menjadi ruang pertemuan bagi komunitas bulutangkis yang selama ini berkembang di berbagai wilayah Purbalingga.
“Agenda kejuaraan bulu tangkis Karso Cup ini dalam rangka menjalin silaturahmi. Menjalin silaturahmi seluruh atlet, seluruh pecinta bulu tangkis di Purbalingga. Karena melalui event seperti ini, kita saling ketemu,” ujar Karsono.
Berdasarkan data panitia, sedikitnya 386 peserta tercatat mengikuti turnamen tersebut. Peserta terbagi dalam sejumlah kelas pertandingan. Kategori A diikuti 32 pasangan, kategori B sebanyak 73 pasangan, sedangkan kategori C mencapai 87 pasangan.
Antusiasme paling besar terlihat pada kategori C. Karsono mengatakan, jumlah peserta pada kelas tersebut bahkan melebihi perkiraan panitia.
“Terima kasih. Nanti ada kelas-kelas pengisi dan sebagainya. Jadi untuk mengakomodir para atlet, para pecinta bulu tangkis di Purbalingga,” kata Karsono dalam sambutannya.
Karsono melihat tingginya jumlah peserta sebagai gambaran bahwa minat masyarakat Purbalingga terhadap bulutangkis cukup besar. Karena itu, menurut dia, kegiatan olahraga semacam ini perlu terus diberikan ruang agar para atlet maupun pemain amatir memiliki kesempatan berkompetisi.
“Jebule pecinta bulu tangkis, di Purbalingga itu luar biasa banyak sekali. Seperti tadi disampaikan oleh Bapak selaku ketua panitia, yang kategori kelas C saja itu kemarin membludak, ya,” katanya.
Karsono Cup disiapkan dengan total hadiah sebesar Rp12,7 juta. Selain pertandingan, pembukaan turnamen juga diisi dengan hiburan yang menghadirkan sejumlah pengisi acara, antara lain Imam Abda, Zidan, Zid Hakim, dan Gibran.
Karsono mengatakan, format pertandingan dengan beberapa kelas tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pemain dengan tingkat kemampuan berbeda. Dengan demikian, turnamen tidak hanya menjadi arena bagi pemain yang sudah berpengalaman, tetapi juga dapat menjadi wadah bagi pecinta bulutangkis yang ingin merasakan atmosfer pertandingan.
“Jadi untuk mengakomodir para atlet, para pecinta bulu tangkis di Purbalingga,” ujar Karsono.
Besarnya partisipasi dalam Karsono Cup juga sejalan dengan posisi bulutangkis sebagai salah satu cabang olahraga yang memiliki basis penggemar luas di Indonesia. Di tingkat nasional, kalender kejuaraan PBSI sepanjang 2026 juga menunjukkan banyaknya kompetisi bulutangkis yang digelar mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga internasional.
Di Purbalingga sendiri, ruang aktivitas olahraga masyarakat menjadi relevan mengingat kabupaten tersebut memiliki lebih dari 1 juta penduduk. Data BPS menunjukkan proyeksi penduduk Purbalingga pada 2025 mencapai sekitar 1,048 juta jiwa, tersebar di 18 kecamatan.
Karsono menilai, kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat secara langsung dapat menjadi salah satu cara memperkuat interaksi sosial sekaligus membuka ruang bagi munculnya bibit-bibit atlet baru.
Penyelenggaraan Karsono Cup sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan olahraga di tingkat daerah dapat dikembangkan bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pertemuan komunitas. Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan orang, turnamen tersebut diharapkan dapat menjadi agenda yang berkelanjutan dan memberi kesempatan lebih banyak pemain Purbalingga untuk mendapatkan pengalaman bertanding.