Yogyakarta — Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Amir Masduki, mengungkapkan pentingnya adaptasi program ‘Wajib Kunjung Museum’ di Jawa Tengah setelah melakukan kunjungan ke Museum Batik Yogyakarta, Jumat (6/2/2026). Program tersebut, menurutnya, dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor pariwisata serta pendidikan budaya di provinsi yang kaya akan warisan budaya tersebut.
Amir Masduki menilai bahwa kebijakan yang diwajibkan Pemerintah DI Yogyakarta, yang mengharuskan pelajar untuk mengunjungi museum sebagai bagian dari pembelajaran, adalah contoh yang patut dicontoh oleh Jawa Tengah. Ia menyatakan, “Regulasi yang mewajibkan anak-anak sekolah berkunjung ke museum, seperti yang diterapkan di DI Yogyakarta, sangat efektif. Tidak hanya memperkenalkan anak-anak pada kekayaan budaya, tetapi juga mendorong sektor pariwisata untuk berkembang.”
Menurut Amir, Jawa Tengah dengan kekayaan budaya dan industri batiknya yang melimpah, sangat potensial untuk mengadopsi kebijakan serupa. “Jawa Tengah memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam industri batik. Program ini akan memperkenalkan anak-anak sejak dini pada nilai-nilai budaya yang ada di sekitar mereka, sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Amir menegaskan bahwa ‘Wajib Kunjung Museum’ bukan sekadar tentang meningkatkan angka kunjungan, melainkan juga tentang membentuk karakter dan identitas generasi muda. “Melalui program ini, anak-anak akan lebih menghargai budaya lokal mereka. Di sisi lain, hal ini juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor pariwisata, yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.”
Amir berharap pemerintah provinsi dapat segera merumuskan kebijakan yang lebih mendalam terkait regulasi ini, guna memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Tengah ke generasi muda dengan cara yang lebih sistematis. Dengan begitu, tidak hanya sektor pariwisata yang akan diuntungkan, tetapi juga pemahaman dan kecintaan terhadap budaya daerah akan terus terjaga.
Amir menegaskan bahwa integrasi antara sektor pendidikan dan pariwisata adalah langkah yang saling menguntungkan. “Jika program ini dijalankan dengan baik, selain memberikan pengalaman edukasi bagi pelajar, kita juga dapat mendorong pertumbuhan industri kreatif dan pariwisata lokal. Semua pihak, baik pengelola museum, pemerintah, hingga masyarakat, akan merasakan manfaatnya.”
Bagi Amir, inisiatif ini akan memperkuat sektor pariwisata Jawa Tengah yang saat ini semakin berkembang. Mengingat, sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada keindahan alam, tetapi juga pada nilai-nilai sejarah dan budaya yang ada di dalamnya.
Secara keseluruhan, Amir berharap bahwa dengan adanya kebijakan seperti ‘Wajib Kunjung Museum’, Jawa Tengah dapat semakin maju dalam mengenalkan kekayaan budaya kepada dunia luar sambil mendorong potensi sektor pariwisata yang berkelanjutan.