Karsono: Rentetan Longsor Wonosobo Alarm Krisis Daya Dukung Lingkungan

Jawa Tengah – Rentetan bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Wonosobo menjadi peringatan serius atas melemahnya daya dukung lingkungan di Jawa Tengah. Peristiwa tersebut dinilai tidak bisa dilepaskan dari kerusakan lingkungan dan alih fungsi lahan yang berlangsung dalam jangka panjang.

Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Karsono, mengatakan bahwa longsor yang berulang menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam pengelolaan ruang dan lingkungan. Menurut dia, tekanan pembangunan yang tidak terkendali telah memperbesar risiko bencana, terutama di wilayah rawan longsor.

“Rentetan longsor di Wonosobo menjadi peringatan keras bahwa daya dukung lingkungan kita sudah melemah. Kerusakan lingkungan dan alih fungsi lahan yang tidak terkendali memperbesar risiko bencana,” kata Karsono.

Ia menegaskan, keselamatan warga seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan. Karena itu, praktik pembangunan yang mengabaikan aspek lingkungan tidak boleh terus dibiarkan.

“Keselamatan warga harus diutamakan, bukan dikorbankan oleh praktik pembangunan yang abai terhadap lingkungan,” ujarnya.

Komisi D DPRD Jawa Tengah, lanjut Karsono, mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pengetatan kebijakan tata ruang, khususnya di kawasan rawan bencana. Selain itu, pemulihan lingkungan di daerah rawan longsor serta pengawasan yang lebih serius terhadap pemanfaatan lahan dinilai mendesak untuk dilakukan.

“Pengetatan tata ruang, pemulihan kawasan rawan longsor, dan pengawasan harus dijalankan secara konsisten agar bencana serupa tidak terus berulang,” kata dia.

Menurut Karsono, rentetan longsor di Wonosobo harus dijadikan momentum evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan daerah agar lebih berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

You might also like

Terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat untuk mewujudkan Jawa Tengah yang berkarakter, bermartabat, adil, dan sejahtera

Menu