Semarang – Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Muhammad Afif, Lc, menekankan pentingnya melestarikan media tradisional seperti kesenian Hadroh sebagai sarana pemersatu umat dan media dakwah yang efektif.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara “Sosialisasi Peningkatan Kualitas Kebijakan Melalui Media Tradisional” yang dirangkaikan dengan Pengajian Akbar di Pendopo Kinanti Wonolopo, Mijen, Minggu (15/03/2026).
Acara yang mengusung tema “Menggapai Kemuliaan Al-Qur’an dan Lailatul Qadr” ini dimeriahkan oleh penampilan Tim Hadroh Masjid Al Hidayah dari Kelurahan Ngadirgo.
Hadroh sebagai Pemersatu dan Sarana Zikir
Dalam pemaparannya, Muhammad Afif menjelaskan bahwa kesenian tradisional seperti Hadroh memiliki fungsi strategis dalam kehidupan bermasyarakat. Selain sebagai hiburan yang positif, Hadroh mampu menjadi magnet yang mengumpulkan massa untuk tujuan yang baik.
“Dengan hadirnya Hadroh di mana-mana, itu bisa mengundang masyarakat untuk berkumpul, menyatukan persatuan umat, dan tentunya berfungsi sebagai sarana zikir mengingat Allah SWT melalui selawat yang dilantunkan,” ujar legislator dari Dapil I Jawa Tengah tersebut.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ustadz Afif ini menyoroti peran kesenian tradisional dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif. Menurutnya, pelestarian budaya seperti Rebana harus terus dikembangkan agar anak-anak memiliki kesibukan yang produktif.
“Kita didorong untuk nguri-uri budaya. Jika anak-anak kita berikan kegiatan yang positif seperti ini, insyaAllah kegiatan-kegiatan yang negatif akan berkurangq dengan sendirinya,” tambahnya di hadapan para jamaah yang hadir.
Selain sosialisasi kebijakan, acara ini juga diisi dengan tausiyah mendalam oleh Ust. Usep Badruzzaman.
Kehadiran tokoh agama dan wakil rakyat dalam satu panggung media tradisional ini menunjukkan komitmen DPRD Jateng dalam menyerap aspirasi sekaligus membina spiritualitas warga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kebijakan-kebijakan pemerintah dapat tersampaikan dengan cara yang lebih humanis dan menyentuh nilai-nilai lokal masyarakat Jawa Tengah.