Semarang – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam panic buying bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji menyusul meningkatnya permintaan beberapa waktu terakhir. Menurutnya, hal ini dapat menyebabkan ketimpangan distribusi yang berujung pada terganggunya stabilitas pasokan energi di daerah.
Setya Arinugroho menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkini terkait ketersediaan energi di Jawa Tengah dan memastikan stok BBM serta LPG dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. Ia menekankan pentingnya sikap tenang dan rasional dalam menghadapi situasi ini.
“Kami telah menerima informasi ketersediaan energi di Jawa Tengah. Kami tegaskan kepada masyarakat bahwa stok BBM dan LPG dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan wajar. Tindakan panic buying justru akan memicu ketimpangan distribusi di lapangan dan menggangu strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan,” ujar Setya Arinugroho dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Setya Arinugroho juga mengingatkan pentingnya edukasi mengenai penghematan energi. Ia menyatakan bahwa pengelolaan konsumsi energi yang bijak akan sangat berkontribusi dalam mengurangi tekanan terhadap distribusi dan pasokan energi. Menurutnya, upaya penghematan energi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
“Upaya yang perlu kita dorong adalah edukasi penghematan energi, agar kita semua bijak dalam konsumsi energi,” lanjutnya.
Ketersediaan energi yang stabil sangat penting untuk menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari. Pemerintah daerah, bersama dengan pihak terkait, terus memantau perkembangan distribusi BBM dan elpiji guna memastikan pasokan tetap lancar dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dengan adanya peringatan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi khawatir dan dapat menghindari tindakan membeli secara berlebihan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Pemerintah mengimbau agar setiap individu membeli sesuai dengan kebutuhan, serta terus mengedepankan sikap bijak dalam menggunakan energi demi keberlanjutan dan kestabilan pasokan.