Banjir Kudus–Pati Meluas, Sururul Fuad Dorong Bantuan Kelompok Rentan dan Pendataan Kerusakan Transparan

Jawa Tengah — Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Kudus dan Pati, Jawa Tengah, terus meluas akibat tingginya curah hujan sejak awal Januari 2026. Sejumlah laporan media nasional menyebutkan, banjir menyebabkan tiga orang meninggal dunia, puluhan ribu warga terdampak, serta merendam permukiman, fasilitas umum, dan lahan pertanian. Kondisi ini juga memunculkan ancaman gagal panen di sejumlah sentra produksi pangan.

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sururul Fuad, menilai dampak banjir tersebut sudah berada pada tahap serius dan memerlukan penanganan yang lebih terfokus, terutama pada aspek sosial dan perlindungan kelompok rentan.

“Dampak banjir bandang di Kudus–Pati sudah masuk tahap mengkhawatirkan dengan adanya korban jiwa, kerusakan rumah warga, serta ancaman gagal panen massal,” ujar Sururul Fuad.

Ia mendorong agar bantuan logistik dimaksimalkan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas yang berada di lokasi pengungsian maupun wilayah terdampak langsung. Menurutnya, kebutuhan dasar kelompok tersebut harus menjadi prioritas dalam masa tanggap darurat.

Selain penyaluran bantuan, Sururul Fuad juga menekankan pentingnya pendataan kerusakan rumah dan lahan pertanian secara akurat dan transparan oleh pemerintah daerah. Pendataan yang baik dinilai krusial agar penyaluran Belanja Tidak Terduga (BTT) maupun bantuan pemulihan pascabanjir dapat tepat sasaran.

“Kami mendorong pendataan kerusakan rumah dan lahan pertanian dilakukan secara transparan oleh pemerintah agar penyaluran dana BTT benar-benar sampai kepada warga yang berhak,” tegasnya.

Banjir di Kudus dan Pati dilaporkan merendam ratusan hektare lahan persawahan, terutama di wilayah dataran rendah dan sepanjang aliran sungai. Sejumlah petani terancam gagal panen akibat tanaman padi terendam dalam waktu lama, sementara sebagian lainnya terpaksa menunda masa tanam.

Sururul Fuad berharap pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten segera memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari BPBD, dinas sosial, hingga dinas pertanian, agar penanganan darurat dan pemulihan dampak sosial ekonomi dapat berjalan lebih terukur dan berkeadilan.

You might also like

Terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat untuk mewujudkan Jawa Tengah yang berkarakter, bermartabat, adil, dan sejahtera

Menu