Jawa Tengah — Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Martono, menilai pelaksanaan pembangunan Jawa Tengah sepanjang tahun 2025 berjalan cukup baik dan berada pada jalur perencanaan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara media Korpri, Senin (12/1/2026).
Martono menjelaskan bahwa pembangunan Jawa Tengah tahun 2025 telah disusun secara sistematis melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045 serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025. Fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, serta pengelolaan lingkungan hidup.
“Secara umum pelaksanaan pembangunan Jawa Tengah tahun 2025 cukup baik karena memiliki arah yang jelas dan terencana. Pemerintah Provinsi juga membentuk Tim Percepatan Pembangunan Daerah sebagai langkah strategis untuk memastikan program berjalan efektif,” ujar Martono.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah melakukan penandatanganan komitmen bersama pembangunan dan penerapan manajemen talenta sebagai upaya meningkatkan kualitas aparatur sipil negara, sehingga tata kelola pemerintahan dapat berjalan lebih profesional dan adaptif.
Menatap tahun 2026, Martono melihat prospek pembangunan Jawa Tengah cukup menjanjikan. Pemerintah Provinsi telah menetapkan tema pembangunan 2026 yakni “Penguatan Perekonomian Daerah, Kualitas Sumber Daya Manusia, Ketahanan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, serta Tata Kelola Pemerintahan yang Dinamis.”
Dalam konteks pembangunan ekonomi, Martono menekankan pentingnya penguatan perekonomian daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan berbasis sektor unggulan. Menurutnya, pengembangan ekonomi harus didukung dengan infrastruktur yang merata dan berkualitas, serta pengembangan industri unggulan untuk meningkatkan daya saing daerah.
“Penguatan ekonomi daerah harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas industri dan pengembangan sektor-sektor unggulan agar mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tegasnya.
Namun demikian, Martono juga mengingatkan masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian pada tahun 2026. Di antaranya adalah pengelolaan sumber daya alam, terutama perlindungan lahan hijau dan lahan pertanian serta perbaikan saluran irigasi guna menopang swasembada pangan.
Selain itu, ketimpangan sosial dan ekonomi dinilai masih menjadi tantangan serius karena berpotensi memperburuk konflik berbasis identitas. Oleh karena itu, pemerataan pembangunan, akses pendidikan, dan kesempatan kerja yang adil perlu terus diperkuat. Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan multikultural untuk menumbuhkan kesadaran akan keberagaman dan pluralisme, serta penegakan hukum yang tegas terhadap praktik politisasi identitas dan ujaran kebencian.
Martono memaparkan sejumlah faktor yang masih menjadi penghambat pembangunan, mulai dari infrastruktur yang belum memadai, keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan, minimnya lapangan kerja, rendahnya kualitas air bersih, hingga persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat. Ketergantungan pada sumber daya alam juga dinilai perlu dikurangi melalui pengembangan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Sebagai solusi, ia mendorong pembangunan dan perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan tenaga pendidik, pengembangan ekonomi lokal khususnya UMKM, pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan, serta peningkatan kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat.
Menurut Martono, kunci sukses pembangunan Jawa Tengah tahun 2026 terletak pada kolaborasi dan gotong royong seluruh pemangku kepentingan. Konsep Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, sektor swasta, masyarakat, dan media dinilai menjadi fondasi penting untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Dengan fokus program prioritas tahun 2026 yang didukung kolaborasi Pentahelix, harapannya pembangunan Jawa Tengah benar-benar mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” pungkas Martono.








