Semarang — Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Jateng, Muhammad Afif, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada aspek fisik, tetapi juga harus disertai penguatan mental dan spiritual masyarakat. Pesan itu ia sampaikan dalam rangkaian kegiatan sosial dan pembinaan masyarakat yang terekam dalam wawancara iNews Jateng.
Dalam kegiatan Ramadan tersebut, Afif menyapa warga melalui pembagian bingkisan sembako, takjil, hingga kajian keagamaan rutin. Menurutnya, kegiatan sosial semacam itu bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk kepedulian nyata untuk meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang menantang, sekaligus mempererat persaudaraan dengan warga.
Afif mengatakan, aspirasi masyarakat yang ia temui di lapangan sangat beragam. Selain persoalan ekonomi, warga juga menaruh harapan besar pada pembangunan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan. Karena itu, ia menilai pembangunan mental spiritual perlu mendapat perhatian lebih agar masyarakat memiliki ketenangan batin, mampu mengendalikan emosi, dan ikut menciptakan lingkungan yang aman, tenteram, dan kondusif.
Menurut Afif, latar belakang pendidikan agama yang dimilikinya mendorong dirinya untuk terus mengambil peran dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat. Ia menilai penguatan wawasan keagamaan penting agar masyarakat tidak hanya menjalankan ibadah secara rutin, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada momentum Ramadan, Afif juga menekankan bahwa bulan suci ini seharusnya menjadi ruang perubahan diri. Melalui amaliah Ramadan, masyarakat diajak untuk semakin mendekat kepada Allah SWT, memperbaiki diri, serta menegakkan dan menyebarluaskan kebaikan di lingkungan masing-masing. Baginya, Ramadan bukan hanya rutinitas puasa dan tarawih, tetapi momentum pembentukan pribadi yang lebih baik melalui ilmu dan pembinaan.
Ia menambahkan, kegiatan kajian yang dilakukan bersama warga diharapkan menjadi sarana pemberian asupan ilmu dan wawasan keislaman secara berkelanjutan. Dengan lingkungan yang baik, kata dia, masyarakat akan merasakan ketenteraman, keamanan, dan manfaat sosial yang lebih luas.
Dalam wawancara itu, Afif juga mengakui bahwa pembinaan masyarakat tidak lepas dari kendala. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah masih terbatasnya minat sebagian warga untuk mengikuti kajian atau kegiatan dakwah. Karena itu, ia menilai kesabaran dan ketelatenan menjadi kunci dalam membina masyarakat agar tetap mau bergerak menuju kebaikan.
Respons warga terhadap kehadiran Afif pun tergolong positif. Sejumlah warga mengaku terbantu dengan pembagian sembako dan takjil, sekaligus menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari pengaspalan jalan, lampu penerangan, hingga persoalan drainase saat musim hujan. Di sisi lain, warga juga berharap perhatian terhadap bidang pendidikan dan pembinaan keagamaan dapat terus diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar.
Bagi Afif, amanah sebagai wakil rakyat bukan sekadar jabatan formal, tetapi tanggung jawab untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Ia menilai sinergi antara legislatif dan eksekutif penting untuk memastikan kesejahteraan warga tidak hanya meningkat secara fisik, tetapi juga secara mental, spiritual, dan sosial.