Campak Tembus 2.188 Kasus, Setya Arinugroho Minta Masifkan Deteksi Dini & Edukasi Imunisasi

Semarang — Kasus suspek campak di Jawa Tengah dilaporkan terus meningkat hingga mencapai angka 2.188 kasus. Kondisi ini memicu penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di tiga kabupaten di wilayah tersebut.

Merespons situasi tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Setya Arinugroho, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memutus rantai penularan dan memperkuat proteksi kesehatan masyarakat.

“Merebaknya campak di Jawa Tengah menjadi peringatan keras bahwa sistem imunisasi anak kita harus diperketat,” ujar Setya Arinugroho saat ditemui di Semarang, Senin (13/4/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, lonjakan kasus ini menempatkan Jawa Tengah dalam kondisi waspada. Ketiga kabupaten yang menetapkan status KLB kini tengah menjadi fokus penanganan intensif guna mencegah penyebaran yang lebih luas ke daerah sekitarnya.

Setya Arinugroho menegaskan bahwa penanganan campak tidak bisa dilakukan hanya dari sisi kuratif atau pengobatan, melainkan harus menyentuh akar permasalahan, yakni cakupan imunisasi yang belum merata.

“Kami mendorong Dinas Kesehatan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk tidak hanya menjamin ketersediaan vaksin, tetapi juga memastikan sistem deteksi dini bekerja optimal dan edukasi masyarakat mengenai manfaat imunisasi terus berjalan masif,” tuturnya.

Ia menambahkan, deteksi dini di tingkat akar rumput, seperti melalui Puskesmas dan Posyandu, sangat krusial untuk memetakan sebaran kasus secara akurat. Selain itu, ketersediaan stok vaksin harus dipastikan aman hingga ke pelosok daerah agar tidak ada hambatan bagi orang tua yang ingin memeriksakan atau memberikan imunisasi bagi anaknya.

Menurut Setya Ari, tantangan terbesar saat ini adalah memberikan pemahaman kembali kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dasar lengkap. Hal ini diperlukan untuk menghindari risiko komplikasi serius akibat campak pada anak-anak.

Pihak legislatif berkomitmen untuk terus mengawasi jalannya penanganan wabah ini dan memastikan alokasi anggaran serta sumber daya kesehatan di Jawa Tengah siap menghadapi lonjakan kasus yang terjadi.

“Edukasi tidak boleh berhenti. Masyarakat perlu memahami bahwa imunisasi ini penting untuk menjamin anak terbebas dari resiko penyakit berat,” pungkas Setya Ari.

You might also like

Terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat untuk mewujudkan Jawa Tengah yang berkarakter, bermartabat, adil, dan sejahtera

Menu