Semarang — Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Amir Masduki, menegaskan komitmen legislatif untuk mengawal transformasi koperasi di Jawa Tengah agar menjadi kekuatan ekonomi yang adaptif dan modern. Dukungan ini dinilai krusial guna memastikan koperasi mampu bersinergi dengan kebijakan pusat dalam memperkuat sektor riil dan UMKM.
Hal tersebut disampaikan Amir Masduki pasca acara Pengukuhan Pimpinan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Tengah periode 2026–2031 dan Rapat Kerja Wilayah di Wisma Perdamaian, Semarang, Selasa (14/4/2026).
Amir Masduki menilai bahwa momentum pengukuhan pengurus baru Dekopinwil Jawa Tengah harus menjadi titik balik bangkitnya koperasi sebagai pilar utama ekonomi rakyat. Menurutnya, selama ini tantangan terbesar koperasi adalah kesan administratif yang lebih kuat ketimbang peran operasionalnya di lapangan.
“Kami di Komisi B DPRD Jateng melihat bahwa koperasi perlu dioptimalkan, Sejalan dengan arahan Menteri Koperasi, kita harus memastikan koperasi hadir di tengah masyarakat sebagai solusi ekonomi nyata, terutama dalam menggerakkan potensi desa,” ujar Amir.
Amir menambahkan, kehadiran koperasi yang aktif dan produktif akan menjadi mitra strategis bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menekan angka kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja baru melalui pemberdayaan UMKM.
Sebagai anggota komisi yang membidangi sektor ekonomi, Amir Masduki menyoroti dua aspek penting yang akan menjadi fokus pengawasannya di parlemen: regulasi yang suportif dan kemudahan akses pembiayaan.
“Koperasi seringkali terbentur pada akses modal dan rantai distribusi yang panjang. Kami mendorong optimalisasi skema Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) agar benar-benar terserap oleh koperasi yang memiliki unit usaha produktif di pelosok Jawa Tengah,” tegasnya.
Amir juga memberikan apresiasi khusus terhadap rencana program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dirinya berkomitmen membawa aspirasi penguatan koperasi desa ini ke dalam pembahasan anggaran dan kebijakan daerah agar mendapat dukungan yang proporsional.
Kehadiran Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam acara tersebut, menurut Amir, merupakan sinyal kuat adanya keselarasan visi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia berharap Dekopinwil Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Sri Hartini dapat segera melakukan pembenahan struktural hingga ke tingkat kabupaten/kota.
“Sinergi lintas sektor adalah kunci. Legislatif akan terus mengawasi dan memastikan bahwa program-program Dekopinwil Jawa Tengah berjalan beriringan dengan target pembangunan daerah. Kita ingin koperasi menjadi motor penggerak, bukan sekadar pelengkap,” pungkas Amir.
Dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono sebelumnya juga mengingatkan bahwa koperasi harus masuk ke tahap operasional yang kuat melalui kolaborasi usaha, termasuk membantu proses kurasi dan inkubasi produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.