Fasilitasi Sosialisasi BNN, Ida : Kita Bertanggungjawab Siapkan Generasi Bebas Narkoba

Kendal — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal mengintensifkan langkah preventif melalui program Aksi Nasional Antinarkotika dimulai dari Anak atau “Ananda Bersinar”. Program prioritas nasional ini digulirkan menyusul tren peningkatan angka penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda.

Hal tersebut dipaparkan oleh Ketua Zona Integritas sekaligus Penggerak Swadaya Masyarakat dan Ketua Tim Rehabilitasi BNN Kendal, Tri Wahyu Setianto, dalam acara Sosialisasi Germas Tindakan Pencegahan terhadap Penyalahgunaan Narkoba bagi Pelajar di Gedung DPRD Kendal, Jumat (22/5/2026).

Agenda yang diikuti oleh 100 pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Kendal ini difasilitasi oleh anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nurul Farida, bekerja sama dengan Forum Wartawan Kendal (Forwaken).

Tren Modus Modern Menyasar Remaja
Tri Wahyu menjelaskan, intervensi dini melalui program Ananda Bersinar dilatari oleh data statistik yang menunjukkan lonjakan kasus penyalahgunaan narkoba di tingkat pelajar dan pemuda usia 15 hingga 24 tahun pada tahun 2025, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.

“Pengguna narkoba di kalangan anak-anak muda naik dari 3 juta menjadi 4 juta atau mencapai 2,11 persen dari tahun 2023 ke tahun 2025. Inilah yang mendasari BNN melakukan program baru lintas nasional, Ananda Bersinar,” kata Tri Wahyu.

Menurut analisis BNN, peningkatan ini dipicu oleh pergeseran strategi peredaran yang kini mulai memanfaatkan pendekatan modern melalui gaya hidup remaja. Salah satunya adalah penyusupan zat narkotika ke dalam media cair atau liquid rokok elektrik (vape).

“Cairan vape dengan berbagai rasa dan aroma diberi zat narkoba, sehingga anak-anak muda menjadi tertarik mencoba narkoba,” ujarnya menambahkan.

Sebagai langkah konkret, BNN Kendal kini tengah menyiapkan skema intervensi ke lembaga pendidikan tingkat SMP dan SMA. Koordinasi intensif juga telah dijajaki bersama jajaran Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk perluasan jangkauan sosialisasi.

Investasi Masa Depan Generasi
Di tempat yang sama, anggota Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah, Ida Nurul Farida, menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital dan globalisasi. Tanpa pengawasan dan pembekalan wawasan yang kuat, remaja sangat rentan terjerumus pada pusaran hal negatif yang mengancam masa depan mereka.

Ida menegaskan bahwa pemenuhan hak anak untuk tumbuh di lingkungan yang sehat dan bebas narkoba merupakan tanggung jawab kolektif.

“Kita semua bertanggung jawab atas masa depan anak-anak yang lebih cerah sebagai harapan masa depan bangsa untuk menyiapkan mereka menjadi generasi yang hebat, kuat, cerdas lahir dan batin,” tegas Ida.

Enam Pilar Pelajar Ideal
Sementara itu, dari perspektif kesehatan publik, Programer Jiwa dan Napza Dinas Kesehatan Daerah Kendal, Beni Kuswara, mengajak para pelajar untuk mengadopsi prinsip Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Dalam konteks kepelajaran, terdapat enam pilar utama yang mendefinisikan karakter remaja yang berkualitas.

Pelajar dinilai ideal dan berdaya saing apabila mampu menjaga kondisi fisik tetap sehat, memiliki pikiran yang jernih, berjiwa kuat, mampu mengukir prestasi di bidang akademik maupun non-akademik, serta menjadi kebanggaan bagi orang tua.

“Makanya pelajar harus hidup sehat dengan Germas dan katakan tidak untuk narkoba,” pungkas Beni.

You might also like

Terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat untuk mewujudkan Jawa Tengah yang berkarakter, bermartabat, adil, dan sejahtera

Menu