Semarang — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah menerima kunjungan edukasi dari 38 siswa dan dua guru pendamping dari MPS SMIT Nur Hidayah pada Selasa (25/5/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk memahami lebih dekat proses legislasi, dinamika politik, serta prioritas pembangunan di Jawa Tengah.
Memahami Fungsi Parlemen
Sebelum menyambangi ruang Fraksi PKS, rombongan siswa terlebih dahulu diterima secara resmi oleh pihak Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Bagian terkait. Dalam sesi awal ini, para siswa diberikan gambaran umum mengenai struktur kelembagaan, tata kerja, serta tiga fungsi utama DPRD, yakni fungsi legislasi (pembentukan daerah), anggaran (penganggaran bersama eksekutif), dan pengawasan (monitoring jalannya pemerintahan).
Suasana pembelajaran bergeser menjadi lebih spesifik dan mendalam saat rombongan memasuki kantor Fraksi PKS. Rombongan yang didampingi oleh Ustadz Taufik dan Ustadzah Nurul ini diterima langsung oleh Kepala Kantor Fraksi PKS Jateng, Anton Purwiyanto, beserta jajaran staf ahli fraksi. Di sini, para siswa diajak membedah bagaimana visi, misi, dan arah politik partai diterjemahkan ke dalam produk kebijakan riil yang berdampak langsung pada masyarakat.
Infrastruktur sebagai Stimulus Kesejahteraan
Diskusi yang berlangsung mengalir secara hangat dan interaktif. Ruang rapat fraksi berubah menjadi forum akademis saat tiga orang siswa secara bergantian melontarkan pertanyaan kritis seputar pandangan fraksi terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, jaminan kesejahteraan, hingga program strategis yang saat ini paling gigih diperjuangkan oleh PKS di parlemen.
Merespons antusiasme tersebut, Kepala Kantor Fraksi PKS Jateng, Anton Purwiyanto, memberikan penjelasan komprehensif mengenai peta prioritas pembangunan. Ia menegaskan bahwa sektor infrastruktur menjadi lini yang paling masif diperjuangkan oleh Fraksi PKS saat ini.
“Apa yang paling kami perjuangkan saat ini adalah ketersediaan dan pemerataan infrastruktur yang mumpuni di seluruh wilayah Jawa Tengah. Infrastruktur bukan sekadar urusan membangun jalan atau jembatan, melainkan urat nadi yang menunjang berbagai lini kehidupan. Sektor ini sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi regional dan akselerasi kemajuan sosial masyarakat,” ujar Anton di hadapan para siswa.
Fraksi PKS menilai, Jawa Tengah dengan wilayah geografis yang luas memerlukan konektivitas yang kuat untuk memangkas ketimpangan antarwilayah, khususnya antara pusat pertumbuhan industri di pesisir utara dengan sentra-sentra pertanian di wilayah pedalaman dan selatan. Infrastruktur yang terintegrasi diyakini mampu menekan biaya logistik, menstabilkan harga pangan, dan membuka akses yang lebih adil terhadap fasilitas pendidikan serta kesehatan.
Menumbuhkan Kesadaran Politik Sejak Dini
Sementara itu, perwakilan pendamping dari SMIT Nur Hidayah, Ustadz Taufik, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan DPRD Jateng, khususnya Fraksi PKS, yang telah memfasilitasi ruang dialog literasi tata negara ini. Menurutnya, pengalaman empiris seperti ini sangat dibutuhkan oleh siswa di era keterbukaan informasi.
Kunjungan edukasi semacam ini dinilai strategis dalam membangun kesadaran sipil (civic awareness) bagi generasi Z dan Alpha. Dengan memahami proses pembuatan kebijakan sejak dini, para siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi warga negara yang kritis, partisipatif, dan peduli terhadap arah pembangunan daerah di masa depan. Kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata sebagai simbol sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga legislatif.