Reses di Cepogo, Tugiman B. Semita Soroti Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertanian, dan Akses Pendidikan

Boyolali — Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tugiman B. Semita, menekankan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan ekonomi rumah tangga, pengembangan sektor pertanian, serta perluasan akses pendidikan dan kesempatan kerja.

Hal tersebut disampaikan Tugiman dalam kegiatan reses hari kedua bersama pengurus, kader, dan petani dari wilayah Kecamatan Cepogo dan Selo di Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.

Dalam pertemuan tersebut, Tugiman menggarisbawahi bahwa ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyangkut keberlanjutan sumber penghasilan, akses terhadap pendidikan, dan peluang bagi anggota keluarga untuk memperoleh pekerjaan yang layak.

“Ketahanan keluarga harus dibangun secara menyeluruh. Keluarga perlu memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan, petani harus didukung agar usaha taninya berkembang, dan anak-anak muda perlu mendapatkan akses pendidikan serta kesempatan kerja. Ketiga hal ini saling berkaitan dalam membangun kesejahteraan masyarakat,” ujar Tugiman.

Menurut dia, penguatan ekonomi keluarga di wilayah pedesaan perlu memperhatikan potensi sektor pertanian yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat. Dukungan terhadap petani tidak cukup hanya berfokus pada produksi, tetapi juga perlu mencakup peningkatan keterampilan, pengelolaan usaha, dan akses pemasaran hasil pertanian.

Ia menilai pengembangan pertanian perlu berjalan beriringan dengan upaya memperluas sumber pendapatan keluarga. Dengan demikian, rumah tangga petani memiliki kesempatan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi ketika menghadapi perubahan kondisi usaha maupun kebutuhan keluarga.

Masyarakat Soroti Kesesuaian Data Statistik dengan Kondisi Lapangan

Dalam sesi penyampaian aspirasi, peserta menyampaikan pandangan mengenai hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang mereka nilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi sosial-ekonomi yang mereka alami.

Masukan tersebut menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai pentingnya data yang akurat sebagai dasar penyusunan program pembangunan dan penentuan kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Tugiman menekankan perlunya komunikasi antara masyarakat dan pihak terkait agar data statistik dapat dipahami secara tepat serta digunakan sesuai tujuan pengumpulannya.

“Data merupakan salah satu dasar penting dalam merancang kebijakan. Namun, kondisi masyarakat juga perlu dipahami melalui dialog dan pemeriksaan di lapangan. Jika warga merasa kondisi mereka belum tergambarkan secara tepat, masukan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan melihat indikator yang digunakan, cakupan survei, dan mekanisme pemutakhiran data,” katanya.

Ia menambahkan, perbedaan antara pengalaman warga dan hasil statistik perlu ditelaah berdasarkan jenis data yang dimaksud. Data mengenai kemiskinan, pengeluaran rumah tangga, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan memiliki indikator serta metode pengukuran yang berbeda.

Karena itu, aspirasi masyarakat perlu disampaikan kepada instansi terkait untuk memperoleh penjelasan dan, apabila diperlukan, ditindaklanjuti melalui mekanisme verifikasi atau pemutakhiran data yang berlaku.

Perluas Akses Beasiswa dan Kesempatan Kerja

Selain persoalan data statistik, peserta reses menyampaikan kebutuhan akses beasiswa pendidikan dan informasi mengenai peluang kerja. Kedua hal tersebut dinilai penting untuk membantu keluarga membiayai pendidikan anak sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda memperoleh penghasilan.

Tugiman mengatakan akses pendidikan perlu menjadi perhatian dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga. Dukungan pendidikan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus meningkatkan kesempatan generasi muda mengembangkan keterampilan.

“Akses pendidikan jangan sampai terhambat hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga. Informasi mengenai beasiswa, persyaratan, dan mekanisme pendaftaran perlu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Di sisi lain, generasi muda juga membutuhkan akses informasi lowongan kerja, pelatihan keterampilan, dan pendampingan agar lebih siap memasuki dunia kerja,” ujar Tugiman.

Ia mendorong agar informasi mengenai program beasiswa dan layanan ketenagakerjaan disampaikan melalui saluran yang mudah dijangkau masyarakat. Koordinasi dengan instansi pendidikan, dinas ketenagakerjaan, lembaga pelatihan, dan pihak terkait diperlukan untuk membantu masyarakat mengetahui program yang tersedia serta persyaratan untuk mengaksesnya.

Menurut Tugiman, penguatan keterampilan juga dapat dikembangkan dengan memperhatikan potensi ekonomi lokal, termasuk pertanian dan usaha turunannya. Peluang tersebut dapat mencakup pengolahan hasil pertanian, pemasaran produk, hingga pengembangan usaha produktif yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Reses sebagai Ruang Menyerap Aspirasi Masyarakat

Tugiman menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat untuk menjadi bahan dalam pelaksanaan fungsi representasi, pengawasan, dan pembahasan kebijakan di DPRD.

Aspirasi mengenai ketahanan ekonomi keluarga, penguatan pertanian, kesesuaian data statistik, beasiswa, dan kesempatan kerja akan menjadi masukan untuk disampaikan kepada pihak terkait sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.

“Setiap aspirasi perlu ditindaklanjuti secara terarah. Persoalan keluarga tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi. Penguatan ekonomi harus berjalan bersama peningkatan kapasitas petani, akses pendidikan, dan kesempatan kerja. Kami akan mendorong agar kebutuhan yang disampaikan masyarakat menjadi bahan perhatian dalam pembahasan program pembangunan,” tuturnya.

Melalui reses hari kedua di Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih kuat antara masyarakat dan wakil rakyat. Masukan dari pengurus, kader, serta petani di wilayah Cepogo dan Selo menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan mendorong kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.

You might also like

Terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat untuk mewujudkan Jawa Tengah yang berkarakter, bermartabat, adil, dan sejahtera

Menu