Tegal — Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sururul Fuad, menyoroti krusialnya peran aktif masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah yang berpotensi menjadi ancaman serius di masa depan. Hal tersebut ditegaskannya dalam forum diskusi sinergi pengelolaan sampah bersama warga Desa Bongkok, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Riset Daerah (Brida) ini bertujuan untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi aplikatif di bidang lingkungan hidup yang dapat langsung diterapkan dalam keseharian masyarakat.
Persoalan tata kelola limbah rumah tangga memang masih menjadi tantangan di wilayah Jawa Tengah. Merujuk pada data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbulan sampah di Jawa Tengah menembus angka jutaan ton per tahun, di mana mayoritas masih didominasi oleh sisa makanan dan plastik (Sumber: Laporan Tahunan SIPSN KLHK).
Merespons kondisi tersebut, Sururul Fuad memaparkan bahwa landasan regulasi sebenarnya telah diperkuat. Ia menjelaskan bahwa Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Tengah Nomor 4 Tahun 2023 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup telah secara tegas menguatkan posisi pemerintah dalam menyusun kebijakan, menyediakan sarana prasarana, hingga melakukan pembinaan pengelolaan sampah secara komprehensif.
Meski pemerintah telah memfasilitasi, Sururul Fuad menyebut bahwa masyarakat tetap memegang peranan paling sentral sebagai pelaku utama pengelolaan.
“Dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat masyarakat harus didorong sebagai pelaku utamanya termasuk dalam pemilahan dan pengeloaan sampah “ tegas Sururul Fuad.
Lebih lanjut, Anggota Komisi E ini mengingatkan bahwa krisis tata kelola limbah adalah ancaman nyata bagi kelestarian lingkungan hidup, kesehatan publik, serta kenyamanan ruang tinggal apabila kesadaran perilaku masyarakat tidak segera dibenahi.
“ Persoalan sampah bisa menjadi permasalahan besar di kemudian hari, namun dengan kesadaran masyarakat untuk mau dan mampu memilah dan mengelola sampah dari sumbernya, persoalan itu dapat di atasi bahkan bisa bernilai ekonomi “ lanjut Sururul Fuad.
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut juga turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Bakhrun, serta praktisi pengelola sampah lokal, Erni Sofiati.
Dalam kesempatan tersebut, Sururul Fuad selaku Ketua Fraksi PKS DPRD Jateng, secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada Erni Sofiati yang merupakan CEO Bank Sampah Sampurna Berkah. Berkat kegigihan dan inovasinya dalam memberdayakan masyarakat untuk memilah limbah, Erni berhasil meraih penghargaan prestisius Kalpataru Tingkat Provinsi Jawa Tengah Kategori Pembina Lingkungan pada Tahun 2025.
Sebagai penutup, Sururul Fuad berharap tingginya kesadaran masyarakat akan memantik lahirnya lebih banyak lagi pegiat-pegiat lingkungan dan pahlawan pengelola sampah di berbagai daerah. Dengan sinergi yang baik antara regulasi pemerintah dan inovasi masyarakat, lingkungan hidup yang bersih, sehat, lestari, dan nyaman untuk ditinggali bukan lagi sekadar angan-angan.