Sururul Fuad Soroti Dampak Politik Biaya Tinggi, Ajak Warga Bumiayu Jadi Pemilih Cerdas

Brebes— Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sururul Fuad, menyoroti tantangan besar terkait maraknya politik biaya tinggi (high-cost politics) yang saat ini melanda Indonesia. Ia menegaskan pentingnya membangun kesadaran dan kecerdasan politik di tingkat masyarakat agar jalannya demokrasi tidak sekadar ditentukan oleh kekuatan modal.

Hal tersebut disampaikan Sururul Fuad dalam acara diskusi kelompok (Focus Group Discussion/FGD) yang diselenggarakan atas kerja sama dengan PCA Muhammadiyah Bumiayu di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Forum ini digelar khusus untuk memberikan pemahaman politik kepada warga agar mampu menjadi pemilih yang cerdas dalam menghadapi berbagai pemilihan umum di semua tingkatan.

Menurut Sururul Fuad, pendidikan politik bagi masyarakat umum sangat mendesak untuk menekan dampak buruk dari sistem politik yang mahal. Pemahaman yang baik mengenai tata cara memilih akan membantu warga menilai calon pemimpin secara objektif berdasarkan kemampuan dan kejujurannya, bukan karena iming-iming materi sesaat.

“Negara kita saat ini menghadapi tantangan politik high cost,” ujar Sururul Fuad di hadapan peserta diskusi.

Lebih lanjut, legislator asal Brebes yang membidangi urusan kesejahteraan rakyat ini mengingatkan masyarakat agar tidak terbawa arus politik uang. Sururul Fuad menjelaskan bahwa istilah “isi tas” atau modal uang yang besar sering kali membuat calon-calon pemimpin yang sebenarnya jujur dan berkemampuan menjadi tersingkir hanya karena keterbatasan modal.

“Jika pemimpin yang terpilih hanya berdasarkan isi tas, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pemimpin yang berkualitas tapi tidak mempunyai isi tas,” kata Sururul Fuad menekankan.

Dampak dari tingginya biaya politik ini dinilai sangat merugikan masyarakat dalam jangka panjang. Ketika seorang pemimpin terpilih karena faktor kedekatan modal atau bagi-bagi uang, fokus kerjanya setelah menjabat berisiko beralih pada upaya mengembalikan modal kampanye. Akibatnya, pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial yang menjadi prioritas pembangunan berpotensi terabaikan.

Oleh karena itu, Sururul Fuad mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah di Bumiayu, untuk memiliki benteng literasi politik yang kuat. Dengan menjadi pemilih yang lebih mengutamakan rekam jejak, kemampuan kerja, serta kejujuran calon pemimpin, masyarakat dapat ikut memutus mata rantai politik biaya tinggi demi melahirkan pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat.

You might also like

Terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat untuk mewujudkan Jawa Tengah yang berkarakter, bermartabat, adil, dan sejahtera

Menu