2.633 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Jateng, Ida Nurul Farida Tekankan Pencegahan dari Keluarga

Semarang — Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jawa Tengah, Ida Nurul Farida, menyoroti meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah sepanjang 2025. Ia menilai penguatan peran keluarga menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan, khususnya kekerasan seksual.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 2.633 orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 2.368 korban.

Ida yang juga anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah mengaku prihatin dengan tren peningkatan tersebut. Menurut dia, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak perlu ditangani secara serius dan berkelanjutan.

“Kami prihatin dengan maraknya berbagai kasus kekerasan seksual, baik terhadap perempuan maupun anak. Komisi E bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus mendorong berbagai langkah pencegahan,” ujar Ida, Senin (9/3/2026).

Salah satu upaya yang dilakukan, lanjut dia, adalah melalui program Gardu Perak atau Gerakan Terpadu Peduli Perempuan dan Anak yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan perempuan dan anak.

Sebagai komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat, Komisi E DPRD Jawa Tengah terus mendorong penguatan program perlindungan perempuan dan anak bersama organisasi perangkat daerah terkait. Ida menilai penanganan kasus kekerasan tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga memerlukan penguatan ketahanan keluarga.

Menurut Ida, keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan dalam melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan. Karena itu, sosialisasi mengenai ketahanan keluarga dan pola asuh yang sehat terus dilakukan di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi.

Upaya pencegahan juga dilakukan dengan menggandeng berbagai organisasi masyarakat. Salah satunya melalui forum ayah yang mendorong keterlibatan para ayah dalam menjaga serta melindungi perempuan dan anak di lingkungan keluarga.

Selain itu, PKS Jawa Tengah melalui bidang perempuan dan ketahanan keluarga mengembangkan program Rumah Keluarga Indonesia sebagai salah satu upaya penguatan fungsi keluarga.

“Program ini kami kampanyekan terus-menerus agar perhatian terhadap persoalan keluarga semakin meningkat,” kata Ida.

Ia menilai keluarga yang kuat akan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak, sehingga potensi terjadinya kekerasan dapat ditekan sejak dari lingkup terkecil di masyarakat.

Ida menambahkan, Komisi E DPRD Jawa Tengah juga turut menginisiasi dan mengawal sejumlah peraturan daerah yang berkaitan dengan ketahanan keluarga serta perlindungan perempuan dan anak. Regulasi tersebut secara rutin disosialisasikan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan pertemuan warga.

“Momentum pertemuan dengan masyarakat itu kami manfaatkan untuk terus mengampanyekan pentingnya ketahanan keluarga serta perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

You might also like

Terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat untuk mewujudkan Jawa Tengah yang berkarakter, bermartabat, adil, dan sejahtera

Menu