Dengar Keluhan Driver Online Purbalingga, Karsono Janji Kawal Ambulans Gratis hingga Selter Ojol

Purbalingga — Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Karsono, berkomitmen mengawal dan menjembatani lima tuntutan krusial terkait kesejahteraan serta fasilitas penunjang kerja yang diajukan oleh Komunitas Driver Online Purbalingga (DOP). Pendekatan dialogis yang dipelopori oleh legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini sekaligus berhasil mengalihkan rencana aksi sepihak menjadi jalur audiensi yang konstruktif.

Langkah penyerapan aspirasi tersebut mengemuka dalam kegiatan diskusi (focus group discussion/FGD) yang dihadiri langsung oleh Karsono di Rumah Makan Wapo Pondok Kelapa, Jalan Kethu Wirasana, Purbalingga Lor, Kabupaten Purbalingga, Minggu (17/5/2026) malam. Dalam forum yang berlangsung pukul 20.10 hingga 21.30 WIB tersebut, Karsono juga hadir sebagai Dewan Pembina DOP.

Selain dihadiri oleh 45 anggota DOP, pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intelkam) Polres Purbalingga Ajun Komisaris Tri Yani Asmara, Dewan Pembina DOP Aiptu Setyo Wibowo, Ketua Umum DOP Imam Riyadi, serta Kepala Unit II Sat Intelkam Aiptu Awaludin Yuniawan beserta jajaran anggota kepolisian.

Jembatan komunikasi ke pemerintah daerah
Sebagai anggota legislatif tingkat provinsi yang membidangi sektor perhubungan dan infrastruktur, Karsono menempatkan diri sebagai penyambung lidah para pengemudi daring demi memastikan aspirasi mereka sampai ke pengambil kebijakan di tingkat Kabupaten Purbalingga.

“Syukur alhamdulillah pada kesempatan malam hari ini kita dapat berkumpul dalam kegiatan diskusi dengan rekan-rekan DOP. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk bertukar pikiran apa yang menjadi keinginan dan harapan dari rekan-rekan DOP yang dapat saya tampung dan semoga dapat direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga,” ujar Karsono.

Karsono juga menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan besar yang diberikan oleh komunitas transportasi informal tersebut kepada dirinya. “Suatu kehormatan bagi saya karena dipilih oleh rekan-rekan untuk menjadi Dewan Pembina DOP Purbalingga. Semoga apa yang menjadi keinginan rekan-rekan dapat saya sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan insya Allah dapat terealisasi satu per satu,” tuturnya.

Lima tuntutan fasilitas penunjang
Tuntutan para pengemudi ojol tersebut diserahkan oleh Ketua Umum DOP, Imam Riyadi. Imam sendiri baru saja terpilih menjadi ketua umum melalui rapat pembentukan pengurus baru pada Sabtu (16/5/2026).

“Ada lima hal yang kami harapkan dapat difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Pertama, ketersediaan ambulans gratis untuk ojol (ojek daring) di wilayah Kabupaten Purbalingga. Kedua, dari DOP meminta untuk dibuatkan sekretariat atau selter rehat yang layak, seperti memanfaatkan selter Samsat,” kata Imam.

Tuntutan ketiga, lanjut Imam, adalah harapan agar Pemerintah Kabupaten Purbalingga memberikan arahan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkab untuk wajib memesan atau menggunakan jasa layanan pengemudi daring lokal. Keempat, DOP meminta kemudahan layanan klaim asuransi ke pihak aplikasi atau rekanan, termasuk transparansi informasi rumah sakit rujukan khusus pengemudi daring. Kelima, mereka memohon fasilitasi tempat yang layak untuk dijadikan markas bersama (base camp) DOP.

Imam menegaskan, demi kemajuan organisasi, amanat kepemimpinan ini akan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Sebagai wujud nyata dari komitmen dialog damai ini, DOP secara resmi menyatakan sikap tidak akan ikut serta dalam aksi turun ke jalan yang diinisiasi Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia (FDTOI) pada 20 Mei mendatang. “Kegiatan dialihkan dengan kegiatan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga,” tambah Imam.

Dukungan stabilitas keamanan
Pilihan strategis untuk mengutamakan audiensi ketimbang mobilisasi massa di ruang publik mendapat dukungan penuh dari aparat penegak hukum. Kasat Intelkam Polres Purbalingga Ajun Komisaris Tri Yani Asmara mengapresiasi tinggi kedewasaan bersikap dari pengurus dan anggota DOP.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan DOP pada tanggal 20 Mei nanti tidak akan melakukan aksi turun ke jalan. Saya sangat mengapresiasi kepada rekan DOP dan dapat dijadikan contoh bagi daerah lain,” kata Tri Yani.

Menurut Tri Yani, penyelesaian masalah melalui meja bundar jauh lebih efektif dan aman. “Segala sesuatu permasalahan dapat diselesaikan dengan cara audiensi tanpa perlu aksi turun ke jalan, karena dapat mengganggu masyarakat yang akan beraktivitas dan berpotensi dapat menyebabkan gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di wilayah Kabupaten Purbalingga,” jelasnya.

Guna memperkuat kondusivitas wilayah, Tri Yani juga mengingatkan keberadaan komunitas pengemudi daring lain di Purbalingga, yaitu Driver Online Sedulur Selawase (DOSS). Ia berharap DOP dapat terus berkolaborasi dan bersinergi dengan rekan-rekan DOSS demi menjaga iklim sosial yang harmonis.

You might also like

Terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat untuk mewujudkan Jawa Tengah yang berkarakter, bermartabat, adil, dan sejahtera

Menu