Brebes — Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sururul Fuad, secara resmi membuka turnamen sepak bola Liga Aduk-Aduk Sururul Fuad Cup 2026 di Lapangan Pendawa, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Minggu (21/6/2026). Pembukaan kompetisi lokal ini ditandai dengan tendangan pertama oleh Sururul Fuad sebelum pertandingan pembuka yang mempertemukan kesebelasan Bali United melawan PSM.
Sebagai legislator yang membidangi sektor kesejahteraan rakyat—termasuk kesehatan, pendidikan, kebudayaan, serta kepemudaan dan olahraga—Sururul Fuad menyampaikan bahwa penyelenggaraan liga ini menjadi bagian dari upaya revitalisasi Lapangan Pendawa. Langkah ini mencakup perbaikan dimensi fisik sekaligus optimalisasi kembali fungsi lapangan sebagai ruang publik penunjang kualitas hidup warga.
“Kami berharap Lapangan Pendawa ini kembali optimal sebagai sarana olahraga bagi masyarakat. Fokusnya adalah menjaga kesehatan publik dengan mendorong olahraga menjadi bagian dari kebiasaan dan kebudayaan sehari-hari,” kata Fuad dalam sambutannya.
Turnamen yang direncanakan berlangsung selama 13 hari ke depan ini memiliki karakteristik penataan kompetisi yang unik melalui format “liga aduk-aduk”. Berbeda dengan turnamen sepak bola pada umumnya di mana pendaftaran dilakukan berbasis klub atau tim yang sudah jadi, kompetisi ini mewajibkan peserta untuk mendaftar secara personal atau individu.
Panitia kemudian menyusun komposisi setiap kesebelasan dengan membaurkan para pendaftar tersebut. Hasilnya, satu tim diisi oleh kombinasi pemain dari berbagai daerah, latar belakang, serta keragaman usia—mulai dari usia muda belia, dewasa, hingga paruh baya. Melalui sistem acak ini, setiap pemain hanya memperkuat satu tim yang telah ditentukan, tanpa adanya pemain yang membela beberapa tim yang berbeda.
Format inklusif ini sengaja diterapkan untuk merawat semangat kebersamaan dan persatuan di tingkat tapak. Dengan memecah dominasi kelompok asal, turnamen ini efektif meminimalkan potensi konflik sektoral atau rivalitas kedaerahan yang kerap muncul dalam turnamen antardesa konvensional. Sebaliknya, para pemain dituntut untuk saling beradaptasi dan membangun komunikasi baru dengan rekan setimnya yang berbeda wilayah.
Selain dimensi sosial, Fuad menonjolkan pentingnya pemantauan potensi atlet lokal dari kompetisi ini. “Masyarakat yang mempunyai potensi sebagai atlet olahraga harus kita berikan dukungan,” ujar Fuad menegaskan komitmennya dalam mengawal ruang berkembang bagi pemuda berprestasi di Komisi E.
Di samping misi olahraga dan sosial, pergelaran ini dirancang untuk mendukung pergerakan ekonomi kemasyarakatan. Konsentrasi massa penonton yang hadir secara berkala selama hampir dua pekan diproyeksikan membuka peluang pasar yang riil bagi para pedagang kecil dan pelaku usaha informal di sekitar area lapangan.
“Dengan adanya event Sururul Cup 2026 yang digelar ini, kita ingin ekonomi masyarakat juga hidup. Yang berjualan jangan lupa juga dibeli dagangannya ya Pak, Bu,” ucap Fuad di hadapan warga yang memadati pinggir lapangan.
Untuk mendorong partisipasi penonton, panitia menyelenggarakan turnamen ini secara terbuka dan cuma-cuma tanpa pungutan tiket masuk. Selain menyiapkan hadiah kompetisi yang kompetitif bagi tim yang keluar sebagai juara, pihak penyelenggara juga menyediakan berbagai hadiah menarik (doorprize) bagi warga yang datang menyaksikan pertandingan harian.
Agenda pembukaan berjalan tertib dengan pengawalan dari aparat desa setempat, serta dihadiri oleh jajaran tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan pengurus struktural PKS Kabupaten Brebes.