Tak Sekedar Bagi Bibit, Amir Masduki Tekankan Standarisasi Kualitas Kopi Wonosobo Menuju Pasar Nasional

Wonosobo — Anggota Komisi B DPRD Jateng, Amir Masduki bersama Partai Keadilan Sejahtera kembali memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan sektor agraria melalui penyelenggaraan program Sekolah Tani di Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, pada Minggu (3/5/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh 70 peserta dari berbagai kalangan ini menjadi langkah konkret anggota dewan dan partai dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan, bertepatan dengan momentum peringatan Milad ke-24 PKS sebagai partai pelayanan masyarakat.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Komisi B Fraksi PKS, Amir Masduki. Dalam arahannya, Amir menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan legislatif dan aksi nyata di lapangan untuk mengangkat taraf hidup petani. Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD PKS Wonosobo, R. Guntur, menyampaikan bahwa Sekolah Tani merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kapasitas teknis petani agar mampu mengoptimalkan potensi lokal yang ada di wilayah mereka masing-masing.

Sebagai wujud dukungan terhadap produktivitas warga, Amir Masduki menyerahkan bantuan berupa 1.000 bibit pohon kopi kepada para kader dan masyarakat setempat. Pemilihan bibit kopi ini didasari atas letak geografis Desa Butuh di lereng Gunung Sumbing yang memiliki keunggulan kompetitif untuk pengembangan kopi berkualitas tinggi. Selain bertujuan meningkatkan pendapatan jangka panjang petani, penanaman pohon kopi di wilayah perbukitan ini juga diharapkan mampu menjalankan fungsi ekologis dalam menjaga konservasi lahan dan mencegah erosi.

Dalam sesi pendampingan teknis, pemilik Butuh Kopi, Sukir, memaparkan analisis mendalam mengenai potensi besar komoditas kopi di Wonosobo yang saat ini tengah diminati pasar luas. Ia menjelaskan bahwa kunci keberhasilan usaha tani kopi terletak pada integrasi pengelolaan dari hulu ke hilir, mulai dari teknik budidaya yang tepat, ketelitian dalam proses pascapanen, hingga pemahaman terhadap dinamika pasar.

Senada melalui sesi tersebut, Amir Masduki mendorong peserta untuk tidak hanya fokus pada kuantitas produksi, tetapi juga menjaga standar kualitas agar produk lokal mampu bersaing di tingkat nasional.

“Lewat pendampingan teknis ini harapannya Kita tidak lagi hanya fokus pada kuantitas, yang penting berbuah banyak. Tapi juga menjaga standar kualitas agar produk kita bisa bersaing di pasar nasional. Dengan begitu produk kita akan punya identitas yang kuat dan nilai tawar yang tinggi” jelas Amir.

Melalui keberlanjutan program Sekolah Tani ini, PKS berharap dapat mencetak kelompok tani yang lebih berdaya dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian. Fokus pada pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal seperti ini diyakini menjadi solusi efektif dalam menciptakan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus mempertegas peran partai dalam memberikan solusi nyata bagi persoalan ekonomi di akar rumput.

You might also like

Terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat untuk mewujudkan Jawa Tengah yang berkarakter, bermartabat, adil, dan sejahtera

Menu