Tanggap Darurat Kekeringan di Boyolali, Anggota DPRD Jateng Tugiman B Semita Salurkan Bantuan Air Bersih

Boyolali — Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, Tugiman B Semita, menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu warga terdampak kekeringan di Dukuh Goligo, RT 014 RW 004, Kelurahan Gondanglegi, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali. Langkah ini diambil sebagai bentuk respon cepat atas makin meluasnya krisis air bersih di wilayah Boyolali bagian utara selama musim kemarau.

Kecamatan Klego merupakan salah satu dari belasan kecamatan di Kabupaten Boyolali yang masuk dalam pemetaan wilayah rawan bencana kekeringan. Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, dampak kemarau panjang telah memicu penurunan debit air pada sumur-sumur warga dan sumber air permukaan di belasan kecamatan, yang memaksa puluhan ribu jiwa bergantung pada pasokan bantuan air bersih.

Di Dukuh Goligo, menyusutnya cadangan air bersih membuat warga harus membatasi penggunaan air harian untuk kebutuhan domestik serta memasak. Kedatangan bantuan armada tangki air bersih tersebut disambut antusias oleh warga yang telah mengantre dengan membawa berbagai wadah penampungan air.

Tugiman menyatakan, pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih tidak boleh tertunda karena menyangkut langsung aspek kesehatan dan keberlangsungan hidup masyarakat.

“Akses terhadap air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang wajib dipenuhi. Dalam kondisi darurat seperti saat ini, penanganan cepat melalui pendistribusian air bersih sangat krusial agar aktivitas harian warga di Gondanglegi tidak terganggu. Sebagai wakil rakyat, kami berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat,” ujar Tugiman di sela-sela penyerahan bantuan.

Selain penanganan jangka pendek berupa pengiriman tangki air, Tugiman menekankan pentingnya evaluasi tata kelola air dan penguatan tata pamong di tingkat desa guna mengantisipasi ancaman kekeringan yang berulang setiap tahun. Menurutnya, Komisi A DPRD Jateng yang membidangi pemerintahan dan hukum mendorong koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, instansi teknis, hingga pemerintah desa dalam pemetaan solusi permanen.

“Penanganan jangka pendek berupa tangki air memang membantu, tetapi kita tidak bisa bergantung pada penanganan darurat setiap tahun. Pemerintah daerah dan instansi terkait harus mulai merancang solusi jangka panjang yang berkelanjutan, mulai dari eksplorasi sumber air baku, perbaikan jaringan pipa, hingga pembuatan sumur dalam berbasis komunal di kawasan-kawasan rawan,” tegasnya.

Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga Desa Gondanglegi, yang selama periode kemarau terpaksa mengalokasikan pengeluaran ekstra untuk membeli air bersih. Solusi terintegrasi antar-instansi terus didorong agar ketahanan air di wilayahBoyolali utara dapat terwujud secara berkelanjutan.

You might also like

Terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat untuk mewujudkan Jawa Tengah yang berkarakter, bermartabat, adil, dan sejahtera

Menu